Kontingen Pramuka Kota Bandung Ikuti Jambore Dunia di Swedia

Kontingen Pramuka Kota Bandung Utusan diharapkan bisa menjual keberhasilan pembangunan selama mengikuti jambore dunia di Swedia 27 Juli – 7 Agustus 2011. Dengan begitu, pramuka diharapkan akan semakin banyak wisatawan yang tertarik untuk datang ke Bandung sebagai Kota Jasa Bermartabat.

Walikota Bandung Dada Rosada mengungkapkan, pramuka Kota Bandung saat ini dikenal di seluruh Indonesia karena memiliki integritas tinggi dan menjadi salah satu pelopor keberhasilan revitalisasi gerakan pramuka nasional. “Tanpa mengurangi eksistensi organisasi pemuda lain, pramuka harus memiliki nilai lebih,” katanya dalam acara pisah sambut di Pendopo Wali Kota Bandung, Senin (18/7).

Dalam acara yang juga dihadiri Sekretaris Daerah sekaligus Ketua Kwarcab Pramuka Kota Bandung Edi Siswadi dan jajaran SKPD Kota Bandung itu, Dada secara resmi melepas kontingen jambore dunia kota Bandung.

Selain itu, Dada juga menerima kembali kontingen pramuka Kota Bandung yang kembali dari Jambore Nasional di Teluk Gelam, Palembang, Sumatera Selatan beberapa waktu lalu.

Dada menegaskan, pramuka selama ini dikenal dapat diandalkan, karena eksistensinya mendunia, kegiatannya dibutuhkan masyarakat, dan dilakukan dengan sungguh-sungguh oleh setiap anggota. Untuk itu, bukanlah hal yang sulit bagi pramuka untuk bisa menjalankan peran lain sebagai duta wisata dan budaya bagi kota Bandung khususnya dan Indonesia umumnya.

Menurut Andalan Cabang Urusan Penggalang Muda Kwarcab Pramuka Kota Bandung Fajar Kusumajaya mengatakan, jumlah peserta jambore dunia asal Kota Bandung tahun ini mencapai 20 orang yang terdiri atas 15 anggota muda dan 5 pembina. “Jumlah ini yang terbesar dibandingkan kwarcab lain se-Indonesia,” katanya.

Fajar menambahkan, kontingen Kota Bandung akan berangkat ke Jakarta pada 21 Juli 2011 untuk bergabung dengan sekitar 130 utusan dari daerah lalin. Setelah dilepas Presiden RI Soesilo Bambang Yudhoyono pada 22 Juli 2011, seluruh kontingen Indonesia akan langsung bertolak ke Swedia.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Pembinaan Anggota Muda Kwarcab Kota Bandung Mahyudin mengatakan, utusan Kota Bandung akan mempertontonkan keseniang angklung dan beberapa tarian sunda di even kepanduan global itu. “Di sana mereka akan ditonton perwakilan dari 180 negara. Jika mereka menyambut baik, pasti ingin datang ke Bandung untuk mempelajari angklung dan seni budaya sunda lain,” ujarnya.