Semarang, CyberNews. Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo meminta, gerakan pramuka pada tahun 2011 ini yang mulai dikembangkan jangan dipolitisasi. Sebab, jika pramuka dipolitisasi, maka akan sangat berbahaya untuk  gerakan kepanduan tersebut kedepannya.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Jateng Bibit Waluyo saat memberi sambutan dalam acara sosialisasi undang-undang gerakan pramuka nomor 12 tahun 2010 di Kampus Unnes Semarang, Sekaran, baru-baru ini. “Sekali lagi, saya meminta, gerakan pramuka jangan sampai dipolitisasi hal tersebut sangat penting,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menambahkan, di Semarang telah ada gerakan kepramukaan yakni bernama pandu wisata. Yakni kegiatan pramuka yang bertujuan untuk mengembangkan kepariwisataan yang ada di Jawa Tengah.

Sambutan itu juga ditanggapi oleh Menpora RI Andi Malarangeng, dia sepakat, jika gerakan pramuka untuk tidak dipolitisasi, mengingat gerakan pramuka bisa menyatukan berbagai elemen masyarakat untuk bersatu padu. Sesuai dengan tema pramuka sekarang, yakni “Satu Pramuka untuk Satu Merah Putih”. “Di dalam gerakan pramuka ini juga berfungsi sebagai moment untuk pemersatu bangsa,” kata Andi.