Bandung, 24/3/2011 (Kominfo-Newsroom) Peristiwa Bandung Lautan Api (BLA) yang terjadi 65 tahun lalu, tepatnya tanggal 24 April 1945, diperingati di Lapang Tegallega di depan monumen BLA, Kamis (24/3), dengan dihadiri Walikota Bandung Dada Rosada dan Ketua DPRD Kota Bandung Erwan Setiawan.

Bandung Lautan Api merupakan peristiwa heroik, dimana warga Bandung dan tentara rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara dengan membumihanguskan kotanya, agar tidak dikuasai oleh penjajah.
Selain Walikota dan Ketua DPRD Kota Bandung, peringatan BLA tersebut juga dihadiri oleh Kasgar Bandung Marsekal Pertama Wahyudin Kartadinata, Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda, Sekda Kota Bandung Edi Siswadi, anggota LVRI, para pejabat kota Bandung dan para pelajar.
Dalam sambutannya, Walikota mengingatkan bahwa peristiwa bersejarah Bandung Lautan Api agar menjadi wahana refleksi diri terhadap apa yang telah, sedang dan akan dilakukan terhadap Kota Bandung, terutama untuk meneruskan perjuangan para pahlawan dalam menegakkan harkat dan martabat bangsa.
“Terlebih lagi masih banyak cita-cita para pejuang yang belum tertuntaskan, khususnya terkait penanganan persoalan-persoalan sosial, ekonomi, dan lingkungan,” katanya.
Menurut Dada Rosada, peristiwa BLA tahun 1946 merupakan kenyataan sejarah yang menyisakan kenangan, betapa kemerdekaan bangsa Indonesia bukan diperoleh dengan cuma-cuma atau hadiah dari bangsa penjajah, tetapi harus dilalui dengan pengorbanan jiwa harta benda yang tak terhingga.
“Para pejuang saat itu bersatu padu dan mengangkat senjata bersama tanpa membedakan suku, warna kulit, agama, dan asal-usul yang beragam, karena semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni membebaskan bangsa ini dari belenggu kekuasaan asing,” kata Dada.
Bahkan pembumihangusan Kota Bandung 65 tahun yang lalu, bukan saja sebagai bentuk perlawanan kepada kaum kolonial, tetapi juga simbol loyalitas terhadap kepentingan yang lebih luas sesuai kebijakan pemerintah pusat agar para pejuang mundur ke selatan Kota Bandung.
“Singkatnya pengorbanan tadi pada hakekatnya adalah tanggung jawab para pejuang terhadap nasib dan masa depan bangsa, yang semestinya menjadi warisan bagi generasi sekarang untuk meraih kemajuan dalam berbagai bidang kehidupan,” kata Walikota.
Dada mengatakan tantangan kehidupan saat ini tidak lebih ringan di banding masa perjuangan meraih dan mempertahankan kemerdekaan, seperti membebaskan masyarakat dari kemiskinan, banjir serta persoalan sosial ekonomi. Hal itu tentu saja untuk kondisi saat ini dibutuhkan banyak pahlawan sesuai bidang keahlian, kemampuan dan kesempatan.
Peringatan Bandung Lautan Api ini, bukan sekedar mengenang peristiwa heroik melawan ketidakadilan, tetapi yang lebih penting lagi adalah untuk melestarikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai kejuangan dalam dimensi kekinian.