Bandung (ANTARA) – Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf selaku Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka mendukung kebijakan bantuan operasional sekolah (BOS) untuk pramuka dan upaya pemerintah yang akan memasukkan gerakan pramuka dalam kurikulum pelajaran.

“Saat ini masih ektrakulikuler, tapi ke depannya mungkin bisa saja ada BOS pramuka dan pramuka masuk dalam kurikulum namun itu bukan kebijakan kami,” kata Dede Yusuf, di Bandung, Selasa.

Wagub juga menyatakan, bisa jadi ke depannya gerakan pramuka bisa di ujian nasionalkan dan ada BOS pramuka.

“Tapi kita mendorong supaya BOS pramuka itu bisa digunakan untuk gerakan pramuka atau menggunakan iuran dari dan untuk anggota sendiri,” katanya.

Ia menyatakan, anggaran untuk pramuka tahun 2011 akan ditambah hingga dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya.

“Tahun ini pramuka mendapat alokasi Rp 3 miliar, tahun depan akan ditambah mungkin dua kali lipat dari tahun sekarang,” katanya.

Menurut dia, kebijakan untuk menambah anggaran pramuka sudah sesuai dengan instruksi presiden saat memperingati Hari Pramuka beberapa waktu lalu.

“Presiden sudah menginstruksikan untuk membantu sungguh-sungguh pramuka, karena pramuka merupakan bagian organisasi yang dapat hibah dari pemerintah,” kata Dede Yusuf.

Menurutnya, selama ini ada hal ironis terhadap gerakan pramuka di Indonesia.

Pihaknya juga mengimbau agar kabupaten/kota di Jabar untuk meningkatkan alokasi APBD-nya untuk pramuka sebagai wahana pendidikan dan pencerdasan generasi.

“Daerah-daerah perlu ada peningkatan alokasi APBD untuk pramuka. Termasuk untuk Provinsi Jabar sendiri perlu juga ada peningkatan alokasi APBD untuk pramuka,” ujarnya.